Studi Pengenalan Dan Eksistensi Benda Pakai Anyaman Bambu Rumah Tangga Pada Generasi Muda
Isi Artikel Utama
Abstrak
Anyaman bambu merupakan salah satu perkakas rumah tangga tradisional masyarakat Sunda yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan domestik seperti memasak dan menyimpan bahan pangan. Di Rajapolah, Tasikmalaya, kerajinan bambu berkembang sebagai ekonomi rumahan dan dipasarkan secara lokal hingga internasional. Namun, modernisasi domestik dan hadirnya material industri seperti plastik dan logam menyebabkan penurunan penggunaan perkakas anyaman bambu, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat pengenalan generasi muda terhadap perkakas rumah tangga anyaman bambu Rajapolah, memetakan jenis perkakas yang masih dikenal atau digunakan, serta menelusuri faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan eksistensinya dalam konteks domestik modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui kuesioner dan wawancara dengan penjual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda mengenal perkakas anyaman bambu secara parsial, khususnya tampah/nyiru, boboko, dan keranjang, namun tidak lagi menggunakannya atau memahami fungsi teknis serta proses pembuatannya. Penurunan eksistensi dipengaruhi oleh substitusi material, perubahan profil konsumen, transformasi kitchen culture, serta komodifikasi bambu sebagai produk dekoratif dan musiman. Simpulan penelitian menegaskan adanya kesenjangan antara keberlanjutan produksi di Rajapolah dan relevansi domestik di kalangan generasi muda, yang berdampak pada melemahnya pewarisan pengetahuan fungsional.
Kata kunci: anyaman bambu, perkakas rumah tangga, generasi muda, Rajapolah, eksistensi.
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.