Integrasi Fitur Sedekah Subuh di Platform Donasi sebagai Local Wisdom dan religious di dalam UI dan UX
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah praktik filantropi dan keagamaan, termasuk dalam konteks crowdfunding berbasis donasi. Desain antarmuka pengguna (user interface/UI) tidak lagi berfungsi semata sebagai perangkat teknis, tetapi juga sebagai medium budaya yang merepresentasikan nilai, identitas, dan praktik sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep local wisdom in design diinterpretasikan dalam konteks digital melalui studi kasus fitur “Sedekah Subuh” pada platform Kitabisa. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dan analisis teoretis terhadap konsep desain emosional, dimensi budaya, persuasive design, religiositas digital, dan filantropi berbasis crowdfunding. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi waktu ritual, narasi religius, dan simbol visual dalam desain UI mampu membangun pengalaman emosional dan makna reflektif bagi pengguna, sehingga praktik donasi dimaknai sebagai bagian dari ibadah dan rutinitas spiritual. Selain itu, penerapan prinsip persuasive design berbasis nilai religius berkontribusi pada pembentukan perilaku filantropi digital yang berkelanjutan dan etis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan desain UI yang sensitif terhadap konteks budaya dan religius dalam pengembangan platform filantropi digital di Indonesia.
Keywords
User interface, local wisdom in design, filantropi digital, religiositas, crowdfunding.
