Revitalisasi Tipografi Vernakular Nusantara sebagai Strategi Pelestarian Identitas Budaya dalam Desain Komunikasi Visual Kontemporer: A Critical Integrative Systematic Literature Review (CISLR)

Main Article Content

Ratno Suprapto

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi yang signifikan dalam praktik Desain Komunikasi Visual (DKV), termasuk pada pemanfaatan tipografi sebagai salah satu elemen utama komunikasi visual. Saat ini ditengah perubahan arus globalisasi, penggunaan keluarga huruf modern yang bersifat universal semakin mendominasi berbagai media komunikasi sehingga mengurangi representasi karakter visual lokal yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. Fenomena tersebut menimbulkan tantangan baru terhadap upaya pelestarian warisan budaya visual Nusantara yang diwujudkan melalui keberagaman aksara tradisional, ornamen, simbol, dan ekspresi visual daerah. Dalam konteks ini, tipografi vernakular dipandang sebagai pendekatan strategis yang mampu menghubungkan nilai-nilai budaya lokal dengan praktik desain komunikasi visual kontemporer.


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan kajian tipografi vernakular, menganalisis hubungan antara tipografi, budaya visual, dan identitas budaya, serta menyusun sintesis konseptual mengenai peran tipografi vernakular sebagai strategi pelestarian identitas budaya di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan Critical Integrative Systematic Literature Review (CISLR) yang mengintegrasikan prinsip integrative literature review (Torraco), systematic literature review (Snyder), dan kerangka SPAR-4-SLR (Paul et al.). Proses penelitian meliputi identifikasi literatur, seleksi artikel, evaluasi kualitas, ekstraksi data, analisis tematik, sintesis kritis, dan pengembangan model konseptual.


Hasil sintesis menunjukkan bahwa tipografi vernakular tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai media representasi identitas budaya, instrumen komunikasi simbolik, strategi diferensiasi identitas visual, serta sarana revitalisasi budaya melalui media digital dan industri kreatif. Penelitian ini mengidentifikasi lima tema utama, yaitu: (1) warisan aksara dan budaya visual Nusantara; (2) tipografi vernakular sebagai representasi identitas budaya; (3) transformasi tipografi pada era digital; (4) peran tipografi dalam strategi komunikasi visual; dan (5) keberlanjutan budaya melalui inovasi desain. Berdasarkan sintesis tersebut, penelitian ini mengusulkan Model Konseptual Ekosistem Tipografi Vernakular (Vernacular Typography Ecosystem/VTE) sebagai kontribusi konseptual yang menjelaskan hubungan antara warisan budaya visual, perancangan tipografi, strategi komunikasi visual, teknologi digital, keterlibatan masyarakat, dan pelestarian identitas budaya.


Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan perspektif interdisipliner yang mengintegrasikan teori tipografi, budaya visual, semiotika sosial, dan pelestarian budaya ke dalam satu kerangka konseptual yang utuh. Temuan penelitian diharapkan dapat memperkaya pengembangan ilmu Desain Komunikasi Visual sekaligus menjadi acuan bagi akademisi, desainer, industri kreatif, dan pemangku kebijakan dalam mengembangkan komunikasi visual yang berakar pada nilai-nilai budaya Nusantara.


Kata Kunci: Tipografi Vernakular, Identitas Budaya, Desain Komunikasi Visual, Budaya Visual, Pelestarian Budaya, Critical Integrative Systematic Literature Review.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Revitalisasi Tipografi Vernakular Nusantara sebagai Strategi Pelestarian Identitas Budaya dalam Desain Komunikasi Visual Kontemporer: A Critical Integrative Systematic Literature Review (CISLR). (2026). Jurnal Adat (Budaya Dan Adat), 8(1). https://jurnaladat.or.id/index.php/jurnaladat/article/view/237

Most read articles by the same author(s)