MENGGALI NILAI LUHUR CERITA RAKYAT LUTUNG KASARUNG SEBAGAI EDUKASI KULTURAL UNTUK GENERASI MUDA SUNDA
Abstract
Cerita Rakyat Lutung Kasarung merupakan warisan budaya Indonesia tepatnya dari Sunda, yang didalamnya terdapat banyak nilai-nilai positif yang dapat diambil sebagai pembelajaran. Terutama pada nilai-nilai karakter baik pada tokoh dan juga jalan ceritanya yang dapat dipetik nilai-nilai moral dari setiap peristiwa. Nilai-nilai luhur yang seharusnya terus dijaga sampai saat ini akan tetapi mulai memudar, terutama pada generasi muda saat ini yang mulai melupakan ajaran-ajaran budi pekerti luhur yang telah diajarkan dalam setiap budaya, yaitu silih asih, silih asuh, dan silih asah pada ajaran atau azaz budaya Sunda. Kemerosotan adab, etika, dan identitas kultural yang disebabkan oleh globalisasi dan digitalisasi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitataif deskripif untuk menguraikan data-data dengan disiplin ilmu Sunda Maca Totonden (Elmu Penemu Jampe Pemake). Data dianalsisi secara holistik dan dengan kontekstual dimana tata wilayah (ruang) dan tata wayah (waktu) cerita Lutung Kasarung. Dengan hasil yang menunjukkan falsafah sunda silih asih, silih asah, dan silih asuh serta konsep manusia panca waluya (cageur, bageur, bener, pinter, singer) terealisasi dalam narasi dan karakter cerita Lutung Kasarung. Nilai-nilai kepemimpinan yang berbasis akhlak, kesetiaan, kerendahan hati, ketangguhan, dan pengampunan terekstraksi sebagai respon relevan terhadap tantangan degradasi moral generasi muda. Daro hasil temuan, dirumuskan konseptual edukasi cultural berbasis kearifan lokal Sunda. Kerangka ini dapat dijadikan dasar pengembangan strategi komunikasi dan media edukasi yang efektif untuk revitalisasi budaya dan penguatan identitas generasi muda Sunda. Penelitian ini menawarkan pendekatan kontekstual yang mengintegrasikan interpretasi budaya asli dengan penyelesaian masalah kontemporer.
Keywords
Lutung Kasarung, Nilai Luhur, Budaya Sunda, Generasi Muda, Identitas Kultural
