Articles

TIPOGRAFI LOKAL SEBAGAI SISTEM ENVIRONMENTAL GRAPHIC DESIGN: REVITALISASI AKSARA SUNDA PADA WAYFINDING DAN IDENTITAS RUANG PUBLIK KOTA BANDUNG

  • Ratno Suprapto, S.Sn, M.Ds

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi Aksara Sunda sebagai sistem tipografi lokal yang dapat diintegrasikan ke dalam Environmental Graphic Design (EGD) untuk membangun identitas visual ruang publik Kota Bandung. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menempatkan aksara Nusantara sebatas objek pelestarian budaya atau pengembangan font digital, studi ini memposisikan aksara sebagai perangkat komunikasi spasial yang fungsional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif melalui tiga tahap analisis, yaitu analisis tipografis, interpretasi hermeneutik, dan sintesis aplikatif desain lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) secara tipografis, Aksara Sunda memiliki struktur visual yang memenuhi prinsip keterbacaan dan layak diterapkan pada sistem signage dan wayfinding; (2) secara kultural, aksara merepresentasikan makna historis dan simbolik yang memperkuat identitas serta sense of place masyarakat Bandung; dan (3) secara aplikatif, integrasinya dalam elemen EGD mampu meningkatkan fungsi navigasi sekaligus diferensiasi visual kota. Penelitian ini menghasilkan model konseptual “Typographic Environmental System” sebagai pendekatan desain lingkungan berbasis budaya lokal. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan tipografi Nusantara dari ranah estetis menuju ranah fungsional-spasial dalam praktik desain komunikasi visual perkotaan.


Keywords
Tipografi Lokal, Environmental Graphic Design, Aksara Sunda, Wayfinding, Identitas Kota Bandung


Full Text
PDF